Tampilkan postingan dengan label 2. Sejarah Pedagang Uang (Money Changer). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2. Sejarah Pedagang Uang (Money Changer). Tampilkan semua postingan

Piramida Kapitalisme



Dalam piramida kapitalisme kenapa Para Tokoh Agama digambarkan membodohi umat (We Fool You) ?
Ya, hal ini karena pemahaman tokoh agama tersebut. Sedikit yang mengajarkan untuk melawan penindasan. Lebih banyak ajaran ibadah individu. Ini malah yang akan menjauhkan umat dari agama. Mereka anggap agama hanyalah dongeng belaka. Masalah dalam hidup semakin sulit tokoh agama hanya ngoceh masalah ibadah. Akar pemasalah umat tidak dapat diatasi. Riba yang mencekik umat seolah-olah bukan masalah. Padahal ajaran agama memerintahkan untuk "MEMERANGINYA". Perang dalam arti yang sesungguhnya. Karena kerusakan umat dimulai dari itu.

2:275 Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Sangat jelas laranganya. Dan ancamanya adalah PENGHUNI NERAKA KEKAL. Ini artinya Anda para pemungut riba / kerja di Bank / digaji / menikmati hasil riba tidak akan pernah masuk syurga sebanyak apapun amal ibadah, sedekah atau kebaikan-kebaikan yang pernah diusahakan selama hidup dunia..Na'udzubillahimindzalik.

2:279 Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

Allah dan rosul memerangi. Sudah semestinya Anda selaku orang yang mengaku umat Islam juga wajib hukumnya ikut memerangi. Para 'alim ulama seharusnya berjihad di jalan Allah memerangi bank-bank yang menetapkan bunga pinjaman baik itu kecil atau besar. Anehnya di negri ini malah dilakukan oleh negara. Sungguh azab Allah tidak akan pernah berhenti pada negri ini.
Apakah para 'alim ulama di negri ini diam karena mereka sadar bahwa mereka juga makan uang riba? Menteri agama pun makan gaji dengan uang riba dan menduduki jabatan itu tanpa sedikitpun takut dengan ancaman Allah SWT?
Maka menjadi benarlah bahwa tokoh agama sebatas "tukang dongeng" yang membodohi/menipu masyarakat. Mengambil ajaran agama yang hanya baik untuk kepentingan perut, nafsu dan syahwat nya saja. Agama adalah suatu dongeng yang perlu dikomersilkan sebagai media cari nafkah.

Jika tokoh agama memang meneladani Nabi/Yesus/Isa semestinya mereka lantang pada penindasan. Dan berani miskin demi tegaknya agama. Sebagaimana Nabi/Yesus/Isa yang juga bukan manusia kaya harta. Beliau saja rela miskin demi tegaknya agama. Tapi kenapa malah tokoh agama sekarang menjual agama demi perut dan syahwat mereka?. Allah pasti akan minta pertanggung jawaban kelak.

Bahkan, bayak tokoh agama yang menganggap uang adalah kebutuhan hidup manusia. Ini juga yang kemudian diajarkan pada umatnya. Miris. Tak jarang tokoh agama memasang tarif setiap mengisi ceramah. Agama hanyalah jadi komoditas jual beli tanpa bisa memberikan solusi. Bagi sebagaian mereka. Agama tak ubahnya seperti ajaran yang perlu dikomersilkan demi kepentingan perut semata. Menyampaikan ajaran agama dengan guyonan seolah ajaran agama bahan untuk guyonan. Tidak menyampaikan yang haq karena khawatir ditinggal pengikutnya. Bahkan tokoh agama malah ada yang ragu dengan apa yang ia sampaikan.. Ajaran agama hanya sebatas dalam perdebatan. Meraka adalah pembuka jalan bagi Dajjal. Karena dajjal membawa materi dunia, tokoh agama banyak yang gila materi dunia.
Disinilah awal bencana umat beragama. Tidak tahu tujuan beragama. Bahwa tuntunan agama menciptakan keadilan dan menentang segala bentuk penindasan. Bukan hanya ibadah kepada Tuhan.  Tak jarang malah sesama umat beragama/kelompok dalam satu agama saling serang karena urusan ibadah. Satu kelompok merasa lebih benar dari kelompok lainya. Semakin bodoh dan membodohi umat. Itulah tokoh agama zaman sekarang. Agama mereka adalah uang. Tujuan hidup mereka adalah mencari uang. Seperti yang tergambar dalam ilustrasi Piramida Kapitalisme diatas. Padahal Tuhan menjanjikan rezeki untuk semua mahluknNya. Bukan uang, emas dan harta benda lainya. Tapi rezeki.
Tidak ada mahluk yang pernah hidup di dunia ini bisa menikmati lebih dari rezeki. Fir'aun dan Qorun berkuasa dan sangat kaya. Tapi mereka hina atas kekuasaan dan hartanya. Mereka disiksa selamanya di neraka. Merasa capital/uang/kekayaan adalah jalan hidup. Apa bedanya dengan tokoh agama sekarang?. Cukup mereka yang jadi perumpamaan bagi kita semua. Selama hidup di dunia ini pun dahulu mereka hanya mendapatkan rezeki dari Allah. Harta yang dimiliki itu milik Allah dan kembali jadi milik Allah.

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).”
“Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.” (Al Hijr: 20)

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (An Nahl: 112)

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (Al-Isra: 31)

Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. (Maryam: 62)

Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar". (An Naml: 64)

Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. (Ar Ruum: 40)

Maka jika ada ulama/kiyai/pastur/tokoh agama lainya yang menyebut-nyebut uang maka BISA KITA JULUKI MEREKA SEBAGAI "ULAMA/KIYAI/PASTUR/TOKOH AGAMA KAPITALIS PENGIKUT DAJJAL/ANTICHRIST" yang mengingkari Tuhanya sendiri.

Tentara/Polisi/Aparat kemanan dll dalam sistem kapitalis sama parahnya, bergerak dan bertindak hanya demi uang. Atasan memerintahkan karena atas kuasa atas uang. Bahkan tidak hati nurani nya tidak bisa menilai mana baik mana dzalim. Mebunuh dan dibunuh hanya karena uang. Padahal, YANG DIBUNUH MATI. YANG MEMBUNUH JUGA PASTI AKAN MATI NANTINYA. Lalu apa gunanya saling bunuh demi UANG? UANG MU AKAN DIBAWA SAMPAI MATI? Maka dari itu, JANGAN MAU DIBODOHI. Beranilah ketika melihat penindasan dan ketidak adilan di muka bumi. Smoga Allah Tuhan Yang Maha Esa meridhoi semangatmu melawan segala bentuk ketidak adilan. BUKAN DEMI UANG.

Pada dasarnya sejarah hanyalah mengulang. Apa yang dilakukan pemerintah sekarang adalah apa yang dilakukan oleh Fir'aun zaman dahulu pada rakyatnya. Memungut pajak dan riba dan menindas tanpa peduli keadaan rakyat yang paling bawah bagaimana. Sangat disayangkan hal tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang notabene memiliki penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Yang dipraktekan bukan lah Islam tapi malah mencontoh cara-cara orang kafir yang jelas rusaknya. Islam datang membawa tuntunan dan petunjuk yang SANGAT jelas. Tapi sayangnya nafsu manusi condong untuk mengikuti cara-cara syetan. Bahkan sekelas orang alim di pemerintahan sekalipun. Mereka para penghamba hawa nafsu. Agama digunakan hanya untuk mencari materi dunia. Mereka tidak mencontoh nabinya dengan hidup sederhana. Tetap mengusahakan rezeki bukan dengan hidup dari malak/memungut pajak dari umat dan duduk enak di kursi jabatan. Itulah ulama akhir zaman. Para penghamba materi dan penjilat kekuasaan. Silahka lihat pada label gado-gado untuk membaca tulisan lainya.

"Uang adalah pelayan manusia, bukan manusia yang jadi budak uang"

Sungguh Allah akan meminta pertanggung jawaban hidup kita di akhirat kelak. Tidak ada yang luput dari hisab Nya. Beruntunglah orang-orang yang menjadikan Islam sebagai jalan hidup. Bukan cuma pura-pura Islam demi untuk mendapatkan materi dunia yang sementara.

Sejarah Pedagang Uang (Money Changer) (bagian 1 dari 7)



SEJARAH PEDAGANG UANG (MONEY CHANGER)






Para ekonom senantiasa membohongi publik bahwa resesi dan depresi   adalah   bagian   alami   dari   siklus   bisnis.   Namun kenyataan yang  sebenarnya tidaklah  seperti  itu.  Resesi  dan depresi selalu terjadi bila Bank Sentral memanipulasi jumlah uang   beredar,   yang   tujuan   akhirnya   adalah   memastikan semakin banyak kekayaan yang ditransfer dari masyarakat ke tangan mereka. Bank Sentral sendiri merupakan metamorfasa dari pedagang uang di zaman dahulu…

48 S.M. : Julius Caesar mengambil kembali hak untuk untuk membuat koin emas dari tangan pedagang uang di zamannya untuk kepentingan masyarakat. Dengan suplai uang baru yang berlimpah, dia memulai banyak proyek konstruksi dan pekerjaan umum. Dengan jumlah uang yang banyak, Caesar memenangkan hati dari rakyatnya.




Koin Emas Romawi



Tetapi  para  pedagang  uang  membencinya  dan  karena  itu Caesar dibunuh. Setelah kematian Caesar, suplai uang berkurang, pajak naik, demikian juga korupsi. Pada akhirnya suplai uang di  Roma berkurang sampai 90%, yang menyebabkan rakyat jelata kehilangan tanah dan rumahnya.

30 : Nabi Isa untuk   pertama   kalinya   menggunakan kekerasan untuk mengusir para pedagang uang keluar dari bait Allah.

Ketika orang Yahudi membayar pajak Ibadah di Yerusalem, mereka harus membayar dengan koin khusus, setengah shekel (setengah ounce perak murni) Koin jenis itu adalah satu- satunya koin perak murni tanpa gambar Raja, karenanya bagi Yahudi itu adalah satu-satunya koin yang bisa diterima oleh Tuhan.

Sayangnya  koin  ini  jumlahnya  tidak  banyak,  para  pedagang uang mengumpulkan hampir semuanya, dan harga dari koin ini menjadi sangat mahal karenanya. Mereka memaksa orang- orang  Yahudi  untuk  membayar  mahal  koin  ini  dan mendapatkan keuntungan yang besar.

Nabi Isa mengusir para pedagang uang ini karena tindakan monopoli mereka yang merusak kesucian rumah Allah.

1024 : Para pedagang uang memegang kendali suplai uang di Inggris dan secara umum disebut sebagai tukang emas. Uang kertas mulai diedarkan dalam bentuk kwitansi deposit emas dari masyarakat kepada para tukang emas karena kebanyakan orang menyimpan emas mereka kepada tukang emas. Kertas- kertas kwitansi ini pun mulai diperdagangkan dan digunakan dalam perdagangan sehari-hari karena lebih nyaman dan mudah dibawa daripada koin emas dan perak.


Contoh Kwitansi Deposit




Lama kelamaan para tukang emas ini memperhatikan bahwa hanya sebagian kecil dari para deposannya yang akan datang mengambil kembali emas mereka, dan mereka mulai mengambil keuntungan dari sistem ini. Mereka mengedarkan lebih banyak kwitansi daripada emas yang sebenarnya mereka miliki dan tidak ada orang yang benar-benar menyadari tindakannya. Para tukang emas meminjamkan emas dalam bentuk kwitansi melebihi emas yang sebenarnya mereka miliki dan menagih bunga atas pinjamannya kepada orang-orang.

Ini adalah awal lahirnya sistem yang kita sebut sebagai Fractional Reserve Banking, sistem di mana para tukang emas bisa meminjamkan lebih banyak uang daripada yang sebenarnya mereka miliki. Perlahan-lahan kepercayaan diri mereka  terus  bertambah dan  akhirnya mereka  bahkan bisa meminjamkan 10 kali lipat uang (emas) yang mereka miliki di deposit.


Para tukang emas ini juga menemukan bahwa dengan mengendalikan suplai uang di sebuah masyarakat, mereka bisa menciptakan siklus ekonomi dengan mempermudah dan mempersulit pinjaman secara berkala.

Caranya adalah  pada  suatu  ketika  mempermudah pinjaman kepada orang-orang, menyebabkan jumlah uang beredar bertambah  di  masyarakat,  kemudian  berpindah  ke mempersulit ataupun menghentikan pinjaman kepada orang- orang, mengambil kembali suplai uang yang beredar dan menyebabkan sebagian orang kesulitan membayar.

Mengapa mereka melakukan ini? Sederhana saja, akibat dari siklus ini adalah akan ada sebagian orang yang tidak sanggup membayar. Karena tidak bisa mendapatkan pinjaman baru, orang-orang yang tidak sanggup membayar ini akan menyatakan bangkrut dan dipaksa menjual aset-aset mereka kepada para tukang emas dengan harga murah.

Sampai saat ini pun kita mengalami siklus ini. Siklus boom and bust,  resesi,  depresi, ini  hanya kata-kata untuk  membodohi dan menutupi penipuan kejahatan dari para pedagang uang.

1100 : Raja Henry I menggantikan Raja William II menjadi raja Inggris. Dia mengambil kembali dari para pedagang uang hak untuk  mendistribusikan uang  di  masyarakat. Uang  yang  dia gunakan adalah dalam bentuk yang sama sekali berbeda, sebatang kayu! Nama uang ini adalah talley stick, yang kemudian merupakan salah satu uang yang bertahan paling lama, 726 tahun sampai tahun 1826 (sekalipun bentuk uang lain juga muncul bersamaan di antara masa itu).





Talley Stick

1225 : St. Thomas Aguinas   lahir,   dan   pada   zaman   itu   Dia memimpin Gereja Katolik untuk melarang pengenaan bunga (riba) atas uang.

Konsep ini adalah mengikuti ajaran Aristoteles bahwa tujuan dari uang adalah untuk melayani anggota masyarakat dan memfasilitasi  perdagangan  barang.  Pengenaan  bunga  atas uang akan melenceng dari tujuan tersebut karena bunga menciptakan beban tambahan terhadap penggunaan uang.

Oleh karena itu, ajaran Gereja di abad pertengahan Eropa melarang pengenaan bunga atas pinjaman uang.

1509 : Raja Henry VIII  menggantikan Raja Henry VII menjadi raja Inggris. Pada masa itu dia memperlonggar aturan pengenaan bunga atas pinjaman uang. Para pedagang uang tidak  menyia-nyiakan  kesempatan  ini  dan  segera mengekspansi bisnis perdagangan uang mereka. Pada masa ini juga Gereja Inggris memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma, yang masih tetap melarang pengenaan bunga atas pinjaman uang.

1553 : Ratu Mary I menggantikan Putri Jane Grey menjadi Ratu Inggris.  Pada  masa  ini,  Ratu  memperketat  kembali  aturan bunga pinjaman uang. Para pedagang uang yang marah segera membalas  dengan  cara  memperketat  suplai  uang  dengan menahan emas dan perak mereka dan menyebabkan ekonomi Inggris lumpuh.